Tanggal : WIB
Banner1
Agustus 24 2018 Read 111 times

PANDEGLANG.- Pandeglang baru saja menggelar Festival Rampak Bedug yang digelar di Alun-Alun Pandeglang, Senin (20/8) acara yang dibuka langsung oleh Bupati Pandeglang itu, berlangsung cukup meriah.

Tak hanya penonton yang antusias menyaksikan aksi tabuhan irama bedung nan indah. Peserta yang ikut berpartisipasi dalam festival tersebut juga tak kalah antusias. Pasalnya para peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Pandeglang, ada juga yang berasal dari luar Pandeglang, seperti Kabupaten Serang, Lebak, Kota Serang dan Kota Cilegon.

Hadir sebagai kontestan dari Kabupaten Pandeglang diantaranya Sanggar Ciwasiat, Sanggar Rajawali, Sanggar Saluyu, Sanggar Persada, Sanggar Pamanah Rasa, Sanggar Monalisa, Sanggar Putra Medal, Sanggar Harum Sari, Sanggar Taruna Sari, Sanggar Raksa Kecana, Sanggar Kembangtanjung, Sanggar Wirasa Sari. Sedangkan dari luar yaitu Kabupaten serang Wanda Banten, Kabupaten Lebak Lebak Membara, Kota Cilegon Sanggar Paguron Laskar, dan Kota Serang Sanggar Pandawa Untirta.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku bangga sekaligus haru akan animo yang tinggi dari penonton dan peserta yang hadir. Irna mengaku banyaknya peserta menjadi media untuk bersilaturahmi dan menjadi bukti bila Banten, khususnya Pandeglang memiliki warisan budaya yang tak kalah dengan daerah lain, tambah lagi banyaknya peserta menjadi bukti bila animo generasi muda dalam menjaga warisan budaya terbilang masih cukup baik.

"Silaturahmi itu indah, dan festival ini (Rampak Bedug) menjadi bukti kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerahnya yang masih tinggi." ungkap Irna.

Januari 22 2016 Read 91 times
PANDEGLANG.- Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang melalui Dinkop selaku liding sektornya menggelar Bazar murah Ramadhan. Acara tersebut menurut Bupati pandeglang Hj Irna Narulita diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang ekonominya di bawah.

“Mudah mudahan ini semua dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang ekonominya rendah. Disini mereka memperoleh harga sembako yang relatip murah dibawah harga pasar,”Demikian dikatakan Bupati Pandeglang Hj Irna Narulita saat membuka BAZAR Murah Ramadhan di Alun – alun pandeglang, Rabu (22/6).

Bupati juga mengatakan, kegiatan bazar murah Ramadhan saat ini menyediakan multi produk kebutuhan masyarakat, meliputi makanan, minuman, sandang, dan lainnya dengan harapan momen ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk membantu meringankan beban biaya hidup selama Bulan Suci Ramadhan.

“Mungkin pada saat bulan suci ramadhan dan menjelang hari raya harga pasar biasa nya naik, namun untuk mengantisipasi itu semua pemerintah daerah terus melakukan pendekatan dengan simpul – simpil pedagang jangan sampai terjadi harga yang tidak sehat,”lanjutnya.

Masih kata Bupati,  Pemerintah Daerah juga bekerjasama dengan para pelaku usaha baik BUMD ataupun BUMN akan memberikan sebanyak 600 paket sembako untuk warga miskin, kaum dhuapa, dan petugas kebersihan.

“Sembako ini diberikan secara gratis kepada masyarakat miskin yang ada di pandeglang,”imbuhnya.

Sementara H M Olis Solihin Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop) mengatakan, Bazar murah Ramadhan ini diikuti oleh para pelaku usaha, Instansi Pemerintah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perbankan, Organisasi Wanita, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang.

Februari 02 2017 Read 82 times
PANDEGLANG.- Jembatan Gantung merupakan sarana penting bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mengingat Kabupaten Pandeglang adalah daerah yang banyak di lalui sungai. Hal tersebut dikatakan Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita saat meresmikan jembatan penghubung antara Desa Perdana dan Desa Sukaresmi, di Kecamatan Sukaresmi, Kamis(2/2). "Pembangunan jembatan gantung ini dimaksudkan untuk mempermudah akses penghubung antar desa dan dapat digunakan untuk melakukan aktifitas sehari-hari yang diaharapkan akan terus meningkatkan perekonomian kesejahteraan masyarakat di pedesaan," kata Irna. 
Bupati meminta kepada masyarakat para Camat dan Kepala desa agar mendata kembali apabila masih ada desa yang membutuhkan sarana jembatan ganutng, "Saya meminta kepada para camat bukan hanya di Sukaresmi, agar mendata kembali apabila ada desa yang membutuhkan jembatan gantung, kasihan mereka yang seharusnya waktu dapat ditempuh 15 menit saja, kalau tidak ada jembatan mereka harus putar sampai memakan waktu cukup lama, begitupun para pelahjar sekolah, mereka dapat lebih efisien pergi sekolah," sambungnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerja Umum Anwari Husnira mengatakan sudah ada 80 jembatan keseluruhan yang dibangun di Pandeglang, 28 diantaranya sudah selesai 
"Selain jembatan ini, tahun depan juga ada di desa Ciuyah masih di Kecamatan Sukaresmi akan dibangun kembali, unutk jembatan yang menghubungkan desa Perdana dan Desa Sukaresmi ini panjangnya 60 Meter, dengan Lebar 1,4 meter", jelasnya.
Halaman 1 dari 4

PIAGAM AUDIT INTERNAL