Tanggal : WIB
Banner Hari Korpri
HALAMAN PROFIL KABUPATEN PANDEGLANG
  1. Sejarah Singkat
  2. Peta Wilayah
  3. Lambang & Arti
  4. Visi & Misi
  5. Potensi Daerah
  6. Program Unggulan

Nama "Pandeglang" yang sekarang digunakan ini baik sebagai Ibu Kota Kabupaten maupun sebagai nama Kabupaten hal ini ada beberapa pendapat antara lain :

  • Pandeglang yang berasal dari kata “Pandai Gelang” yang artinya orang tukang atau tempat menempa gelang. Pendapat ini terutama dikaitkan dengan legenda "Si Amuk" yang konon kabarnya pada Zaman Kesultanan Banten, di Desa Kadupandak ada seorang tukang Pandai (tukang besi) yang termasyur pandai.

Meriam Ki Amuk (samping)

  • Sultan Banten yang memerintah pada waktu itu menyuruh tukang pandai besi di desa tersebut untuk membuat gelang meriam yang bernama si AMUK, karena di daerah lain tukang pandai besi tidak ada yang sanggup untuk membuatnya. Oleh karena pandai besi tersebut berhasil membuatnya maka daerah Kadupandak dan sekitarnya disebut orang Pandeglang yang selanjutnya berkembang menjadi salah satu distrik di Kabupaten Serang;

Meriam Ki Amuk (depan)

  • Pandeglang berasal dari kata “Paneglaan” yang artinya tempat melihat ke daerah lain dengan jelas. Hal ini seperti dikemukakan dalam salah satu Buku “Pandeglang itu asal dari kata Paneglaan, tempat melihat ke mana-mana”. Sedikit kita nanjak ke pasir, maka terdapat sebuah kampung namanya “Sanghiyang Herang” patilasan orang dahulu, awas (negla) melihat ke mana-mana yaitu “Pandeglang sekarang”.
  • Pandeglang berasal dari kata “Pani-Gelang” yang artinya “tepung gelang”. Pada Tahun 1527 Banten jatuh seluruhnya ke tangan Syarif Hidayatullah yang kemudian diperkuat untuk kepentingan perdagangan.

Sunda Kelapa yang diganti namanya menjadi Jayakarta sebagian dimasukan ke dalam Wilayah Banten. Cirebon kekuasaannya diserahkan kepada anaknya bernama Pangeran Pasarean yang wafat pada tahun 1552. Sedangkan Banten kekuasaannya diserahkan pada puteranya yang bernama Sultan Hasanudin (Tahun 1552-1570).

Pelabuhan Sunda Kelapa

Pada tahun 1568 Banten memutuskan hubungan kerajaan dengan Demak. Pengganti Hasanudin ialah Maulana Yusuf dari tahun 1570-1580. Penggantinya Maulana Muhammad (Ratu Banten) sebagai Sultan Banten III Tahun 1580-1596. Pada Tahun 1596 muncul orang-orang Belanda di Daerah yang kemudian mendirikan VOC pada tahun 1602. Tahun 1618 Belanda berselisih dengan Banten 1612 berdiri Batavia oleh Jan Viter Zeun Coen. Sultan Banten ke IV ialah Sultan Tirtayasa pada tahun 1651-1682. Pada tahun 1680 Sultan Ageng Tirtayasa berselisih dengan Sultan Haji yang minta bantuan pada Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan dipenjarakan di Batavia pada tahun 1692. Pada tahun 1750 timbul perebutan kekuasaan pada waktu Sultan Arifin (Sultan ke VI) Alim Ulama pada waktu itu mengangkat Ratu Bagus Buang. Keadaan ini oleh Belanda dianggap berbahaya, maka diangkatlah Pangeran Gusti sebagai penggantinya. Kenyataannya bukan mereda tetapi Kiyai Tapa dan Ratu Buang mengadakan perlawanan dan pengacauan di Daerah Bogor dan Priangan. Ketika zaman Deandels nasib Banten sama dengan nasib kerajaan lainnya di Pulau Jawa. Tahun 1809 Sultan Banten yang baru yaitu Sultan Muhamad harus menyerahkan Daerah Lampung kepada Batavia. Oleh karena itu Sultan Muhamad memindahkan Ibu Kota Kesultanan Banten ke Pandeglang.

Keresidenan Banten

Menurut Staatsblad Nederlands Indie No. 81 Tahun 1828 Keresidenan Banten di bagi menjadi 3 Kabupaten yaitu :

  • Kabupaten Utara yaitu Kabupaten Serang;
  • Kabupaten Selatan yaitu Kabupaten Lebak;
  • Kabupaten Barat yaitu Kabupaten Caringin.
  • Kabupaten Serang dibagi atas 11 Kewedanaan :
    • 1. Kewedanaan Serang dibagi dalam Kecamatan Kalodian dan Cibening;
    • 2. Kewedanaan Banten dibagi dalam Kecamatan Banten, Serang, Nejawang;
    • 3. Kewedanaan Ciruas dibagi dalam Kecamatan Cilegon, Bojonegoro;
    • 4. Kewedanaan Cilegon dibagi dalam Kecamatan Terate, Cilegon, Bojonegoro;
    • 5. Kewedanaan Tanara dibagi dalam Kecamatan Tanara dan Pontang;
    • 6. Kewedanaan Baros dibagi dalam Kecamatan Regas, Ander, Cicandi;
    • 7. Kewedanaan Kolelet dibagi dalam Kecamatan Pandeglang dan Cadasari;
    • 8. Kewedanaan Pandeglang dibagi dalam Kecamatan Pandeglang dan Cadasari;
    • 9. Kewedanaan Ciomas dibagi dalam Kecamatan Ciomas Barat dan Ciomas Utara;
    • 10. Kewedanaan Anyer tidak dibagi dalam Kecamatan-kecamatan;

Selanjutnya memperhatikan SK Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 24 Nopember 1887 Np. 1/c tentang Batas Kota Serang dan Bagian Kota Pandeglang, Caringin dan Lebak Pasal 29, 31, 33, 67c dan 131 Reglement (STBL Van Nederlanch India Tahun 1925 No. 380 LN. 1924 No. 74 Pasal 1) maka ditunjuk Kewedanaan Pandeglang, Menes, Caringin dan Cibaliung.

Kemudian berdasarkan Surat Menteri Jajahan tanggal 13 dan 20 Nopember 1873 No. LAA.AZ.No. 34/209 dan 28/2165 menetapkan bahwa : Jabatan Kliwon pada Bupati dan Patih dari Afdeling Anyer dan Serang dan Keresidenan Banten dihapuskan; Bupati mempunyai pembantu yaitu Mantri Kabupaten dengan gaji 50 gulden; Kepala Distrik mempunyai gelar Jabatan Wedana dan Onder Distrik mempunyai Gelar Jabatan Asisten Wedana; Berdasarkan Staatsblad 1874 No. 73 Ordonansi tanggal 1 Maret 1874, mulai berlaku 1 April 1874 menyebutkan pembagian daerah, di antaranya

  • Kabupaten Pandeglang dibagi 9 Distrik atau Kewedanaan sebagai berikut :
    • 1. Kewedanaan Pandeglang;
    • 2. Kewedanaan Baros;
    • 3. Kewedanaan Ciomas;
    • 4. Kewedanaan Kolelet;
    • 5. Kewedanaan Cimanuk;
    • 6. Kewedanaan Caringin;
    • 7. Kewedanaan Panimbang;
    • 8. Kewedanaan Menes;
    • 9. Kewedanaan Cibaliung.

Kesimpulan

  • Di Pandeglang sejak tanggal 1 April 1874 telah ada pemerintahan. Lebih jelas lagi dalam Ordonansi 1887 No. 224 tentang batas-batas wilayah Keresidenan Banten, termasuk batas-batas Kabupaten Pandeglang. Dalam tahun 1925 dengan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 14 Agustus 1925 No. IX maka jelas Kabupaten telah berdiri sendiri tidak di bawah penguasaan Keresidenan Banten.
  • Atas dasar dan fakta-fakta tersebut dapat diambil beberapa alternatif :
    • 1. Pada tahun 1828 : Pandeglang sudah merupakan Pusat Pemerintahan Distrik;
    • 2. Pada tahun 1874 : Pandeglang merupakan Kabupaten;
    • 3. Pada tahun 1882 : Pandeglang merupakan Kabupaten dan Distrik Kewedanaan;
    • 4. Pada tahun 1925 : Kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri.

Dari keempat kesimpulan itu atas kesepakatan bersama kita telah menentukan 1 April 1874 sebagai Hari Jadi Kota Kabupaten Pandeglang.

BINTANG : Bintang bersudut lima berwarna kuning emas terletak di atas warna putih melambangkan keagungan Tuhan Yang Maha Esa, yang memancarkan warna kuning emas membentuk persegi lain.

PERISAI : Perisai segi lima dimaksudkan sebagai lambang ketahanan Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang sepanjang masa dalam Negara Pancasila.

KERUCUT : Tiga buah kerucut yang tidak sama besar dan tingginya menggambarkan tiga buah gunung dan melambangkan bahwa daerah Pandeglang itu bergunung-gunung.

BADAK : Badak bercula satu menghadap ke kiri adalah salah satu binatang peninggalan jaman purba yang masih hidup hingga sekarang, terdapat hanya di Daerah Kabupaten Pandeglang (Ujung Kulon) dengan sifat Tahan Uji, Waspada dan Tabah, serta Menjadi Kebanggaan Masyarakat.

PADI : Setangkai padi dengan tiga puluh tujuh butirnya melambangkan sejumlah desa-desa di Daerah Kabupaten Pandeglang sebanyak seratus tiga puluh tujuh desa.

KAPAS : Setangkai kapas dengan enam kuntum bunganya yang mekar melambangkan sejumlah Kecamatan-kecamatan yang ada di Daerah Kabupaten Pandeglang sebanyak enam belas kecamatan.

MELATI : Sekuntum bunga Melati berdaun bunga empat helai berwarna putih, melambangkan jumlah Kewedanaan di Daerah Kabupaten Pandeglang sebanyak empat Kewedanaan.

GARIS BEROMBAK : Dua garis berombak yang tidak sama panjangnya, masing-masing melambangkan Laut yang mengelilingi sebagian besar Daerah Kabupaten Pandeglang dan sungai-sungai yang terdapat di dalamnya.

ARTI WARNA LAMBANG

  • KUNING EMASmelambangkan KEAGUNGAN DAN KEWIBAWAAN
  • PUTIHmelambangkan KESUCIAN
  • BIRU MUDAmelambangkan KESETIAAN
  • HIJAU TUAmelambangkan KESUBURAN
  • ABU-ABU KEHITAM-HITAMANmelambangkan KETABAHAN 

VISI DAN MISI PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG DITETAPKAN BERDASARKAN PERATURAN DAERAH

KABUPATEN PANDEGLANG  NOMOR 7 TAHUN 2016  TENTANG  RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA

MENENGAH DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2016 – 2021

 V i s i : Visi Kabupaten Pandeglang untuk periode tahun 2016-2021 adalah: “Terwujudnya Pandeglang Berkah melalui transformasi harmoni agrobisnis, maritimbisnis dan wisatabisnis menuju rumah sehat dan keluarga sejahtera 2020” Visi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

 (1) Terwujudnya Pandeglang Berkah :

Merupakan wujud kebaikan yang bertambah dan berkesinambungan bagi segenap masyarakat Kabupaten Pandeglang sebagai hasil dari pelaksanaan pembangunan. Disamping itu juga, kata BERKAH merupakan motto yang berarti bahwa Kabupaten Pandeglang : Bersih, Elok, Ramah, Kuat, Aman dan Hidup, disingkat BERKAH.

(2) Transformasi Harmoni :

Merupakan perubahan yang selaras, serasi dan seimbang pada sistem tata kelola pemerintahan dan tatanan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik dengan jalinan kebersamaan dan kedamaian.

(3) Menuju Rumah Sehat :

Yaitu menuju kondisi daerah Kabupaten Pandeglang yang kondusif, masyarakatnya terpenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, akses informasi, sanitasi, fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan secara baik.

(4) Menuju Keluarga Sejahtera :

Yaitu menuju suatu keadaan dimana telah berkurangnya jumlah masyarakat miskin, meningkatnya kesempatan kerja, pendapatan dan daya beli masyarakat, serta terpenuhinya sarana dan prasarana yang mendukung perekonomian masyarakat Kabupaten Pandeglang yang maju dan mandiri.

 M i s i : Visi tersebut akan diwujudkan dengan melaksanakan misi sebagai berikut:

(1) Memenuhi kebutuhan dasar masyarakat;

(2) Membangun konektivitas wilayah;

(3) Meningkatkan nilai tambah sektor pertanian;

(4) Meningkatkan nilai tambah sektor maritim;

(5) Modernisasi pengelolaan potensi wisata;

(6) Meningkatkan tata kelola pemerintahan dan memperkuat sistem inovasi daerah.

  Keenam misi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

(1) Memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sebagai fondasi lahirnya masyarakat Pandeglang yang agamis, sehat, cerdas, bahagia dan peduli sesama;

(2) Membangun konektivitas wilayah, dengan menjadikan pergerakan masyarakat yang dinamis guna mendorong aktivitas perekonomian yang berwawasan lingkungan;

(3) Meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, dengan meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, melalui perubahan produksi bahan mentah pertanian bergerak menuju industri pertanian dalam kerangka agrobisnis;

(4) Meningkatkan nilai tambah sektor maritim, dengan memperbaiki pengelolaan tradisional menuju pengelolaan lebih modern melalui pendekatan industri dan bisnis;

(5) Modernisasi pengelolaan potensi wisata, dengan meningkatkan kualitas destinasi wisata, seni dan budaya, penguatan sumber daya manusia serta manajemen pengelolaan objek wisata;

(6)  Meningkatkan tata kelola pemerintahan dan memperkuat sistem inovasi daerah, dengan menerapkan birokrasi yang bersih dan melayani berbasis sistem data dan informasi, serta meningkatkan kegiatan penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

 

Kabupaten Pandeglang, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia. Ibukotanya adalah Pandeglang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Serang di utara, Kabupaten Lebak di Timur, serta Samudra Indonesia di barat dan selatan. Wilayahnya juga mencakup Pulau Panaitan (di sebelah barat, dipisahkan dengan Selat Panaitan), serta sejumlah pulau-pulau kecil di Samudra Hindia, termasuk Pulau Deli dan Pulau Tinjil. Semenanjung Ujung Kulon merupakan ujung paling barat Pulau Jawa, dimana terdapat suaka margasatwa tempat perlindungan hewan badak bercula satu yang kini hampir punah. 

Secara geologi, wilayah Kabupaten Pandeglang termasuk kedalam zona Bogor yang merupakan jalur perbukitan. Sedangkan jika dilihat dari topografi daerah Kabupaten Pandeglang memiliki variasi ketinggian antara 0 - 1.778 m di atas permukaan laut (dpl). Sebagian besar topografi daerah Kabupaten Pandeglang adalah dataran rendah yang berada di daerah Tengah dan Selatan yang memiliki luas 85,07% dari luas keseluruhan Kabupaten Pandeglang.

Karakteristik utama Kabupaten Pandeglang adalah ketinggian gunung-gunungnya yang relatif rendah, seperti Gunung Payung (480 m), Gunung Honje (620 m), Gunung Tilu (562 m) dan Gunung Raksa (320 m). Daerah Utara memiliki luas 14,93 % dari luas Kabupaten Pandeglang yang merupakan dataran tinggi, yang ditandai dengan karekteristik utamanya adalah ketinggian gunung yang relatif tinggi, seperti Gunung Karang (1.778 m), Gunung Pulosari (1.346 m) dan Gunung Aseupan (1.174 m).
Suhu udara di Kabupaten Pandeglang berkisar antara 22,5 0C - 27,9 0C. Pada daerah pantai, suhu udara bisa mencapai 22 0C - 32 0C, sedangkan di daerah pegunungan berkisar antara 18 0C - 29 0C. Kabupaten Pandeglang memiliki curah hujan antara 2.000 - 4.000 mm per tahun dengan rata-rata curah hujan 3.814 mm dan mempunyai 177 hari hujan rata-rata per tahun serta memiliki tekanan udara rata-rata 1.010 milibar.

 Iklim di wilayah Kabupaten Pandeglang dipengaruhi oleh Angin Monson (Monson Trade) dan Gelombang La Nina atau El Nino (Banten Dalam Angka, 2004). Saat musim penghujan (Nopember-Maret) cuaca didominasi oleh Angin Barat (dari Samudra Hindia sebelah Selatan India) yang bergabung dengan angin dari Asia yang melewati Laut Cina Selatan. Pada musim kemarau (Juni-Agustus), cuaca didominasi oleh Angin Timur yang menyebabkan Kabupaten Pandeglang mengalami kekeringan, terutama di wilayah bagian Utara, terlebih lagi bila berlangsung El Nino.

 Kabupaten Pandeglang memiliki beberapa jenis bebatuan, diantaranya :

  1. Alluvium, terdapat di daerah gunung dan pinggiran pantai;
  2. Undiefierentiated (bahan erupsi gunung berapi), terdapat di daerah bagian utara tepatnya di daerah Kecamatan Labuan, Jiput, Mandalawangi, Cimanuk, Menes, Banjar, Pandeglang dan Cadasari;
  3. Diocena, terdapat di daerah bagian Barat, tepatnya di kecamatan Cimanggu dan Cigeulis;
  4. Piocena Sedimen, di bagian Selatan di daerah kecamatan Bojong, Munjul, Cikeusik, Cigeulis, Cibaliung dan Cimanggu;
  5. Miocene Limestone, disekitar Kecamatan Cimanggu bagian utara;
  6. Mineral Deposit, yang terbagi atas beberapa mineral, yaitu :
  • Belerang dan sumber air panas di Kecamatan Banjar ;
  • Kapur/karang darat dan laut di Kecamatan Labuan, Cigeulis, Cimanggu, Cibaliung, Cikeusik dan Cadasari;
  • Serat batu gift, terdapat di Kecamatan Cigeulis.

Jenis tanah yang ada di Kabupaten Pandeglang dapat dikelompokan dalam beberapa jenis dengan tingkat kesuburan dari rendah sampai dengan sedang.

Diantara jenis tanah tersebut adalah :

  1. Alluvial, terdapat di Kecamatan Panimbang, Sumur, Cikeusik, Pagelaran, Picung, Labuan dan Munjul;
  2. Grumosol, yang tersebar di Kecamatan Sumur dan Cimanggu;
  3. Regosol, terdapat di Kecamatan Sumur, Labuan, Pagelaran, Cikeusik dan Cimanggu;
  4. Latosol, terdapat di sekitar Gunung Karang, Kecamatan Pandeglang, Saketi, Cadasari, Banjar, Cimanuk, Mandalawangi, Bojong, Menes, Jiput, Labuan dan Sumur;
  5. Podsolik, terdapat di Kecamatan Labuan, Menes, Saketi, Bojong, Munjul, Cikeusik, Cibaliung, Cimanggu, Cigeulis, Sumur, Panimbang dan Angsana.

Kabupaten Pandeglang dialiri oleh 18 aliran sungai dengan panjang total 835 km. Sungai-sungai tersebut dikelompokan ke dalam 3 (tiga) Satuan Wilayah Sungai (SWS) yang mencakup seluruh wilayah kabupaten ini, yaitu :

  1. Bagian utara berada di dalam SWS hulu Sungai Ciujung, CIbanten dan Cidanau
  2. Bagian tengah berada di dalam SWS Ciliman - Cibungur
  3. Bagian selatan berada di dalam SWS Ciliman Cibungur

Pusat perekonomian Kabupaten Pandeglang terletak di dua kota yakni Kota Pandeglang dan Labuan. Sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang merupakan dataran rendah dan dataran bergelombang. Kawasan selatan terdapat rangkaian pegunungan. Sungai yang mengalir diantaranya Sungai Ciliman yang mengalir ke arah barat, dan Sungai Cibaliung yang mengalir ke arah Pariwisata

 Potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Pandeglang adalah :

  • Sumber Daya Air Panas Cisolong: Lokasi sumber mata air panas terletak di Kecamatan Banjar, Dengan jarak 10 km dari ibukota Kabupaten, Fasilitas listrik dan telepon telah tersedia. Kondisi masih alami dan daya tarik wisata ini adalah pemandian air panas.
  • Situ Cikedal: Lokasi Situ Cikedal terletak di Kecamatan Cikedal dengan jarak 36 km dari Pandeglang. Akses ke lokasi sangat mudah karena terletak dipinggir jalan raya. Fasilitas listrik dan telepon telah tersedia. Daya tarik utama pada areal wisata ini adalah wisata air.
    Pantai Carita: Lokasi wisata ini terletak di Kecamatan Labuan dan sarana penunjang berupa hotel, villa, restoran dan sarana bemain sudah lengkap. Daya tarik pantai Carita berupa wisata pantai.
  • Kolam Renang Alam Cikoromoy: Kolam renang ini terletak di Kecamatan Mandalangi 12 km dari Pandeglang dengan suasana masih alami dengan beberapa sentuhan pembangunan dari Pemda. Fasilitas listrik, Air bersih dan telpon telah tersedia. Daya tarik obyek wisata ini adalah pemandian alam.
  • Wisata Pantai Bama: Wisata Pantai Bama terletak di Kecamatan Pagelaran 2 km dari Tarogong, Dengan daya tarik obyek wisata berupa wisata Pantai. Fasilitas listrik, air bersih dan telpon telah tersedia.
  • Wisata Tanjung Lesung:Wisata Tanjung Lesung terletak di Kecamatan Panimbang. Sarana prasarana untuk wisatawan berupa, hotel, villa, restoran dan aneka permainan pantai sudah tersedia. Daya tarik obyek wisata ini adalah keindahan panorama pesisir dan wisata pantai.
  • Taman Nasional Ujung Kulon: Taman Nasional ini mewakili perlindungan terhadap binatang terdiri dari sejumlah pulau kecil yang berada diantara Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, Pulau Panaitan dan Gunung Honje. Lokasi ini dapat di jangkau melalui Kecamatan Panimbang atau dengan kapal laut melalui Pulau Peucang, Pulau Handeuleum atau Pulau Panaitan. Areal ini telah dilengkapi dengan jaringan telekomunikasi, listrik dan fasilitas air bersih.

 

 

Berdasarkan visi, misi serta tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Pandeglang Tahun 2016-2021, selanjutnya upaya pencapaiannya dijabarkan secara lebih sistematis melalui perumusan arah kebijakan, secara umum adalah sebagai berikut :

 1. Arah Kebijakan dan Program Pembangunan Misi Pertama :

  “Memenuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat.”

  1. Diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan dasar pendidikan
  2. Diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan dasar kesehatan
  3. Peningkatan peran lembaga dalam pelayanan penanggulangan kemiskinan terpadu
  4. Pembinaan bagi PSKS, lembaga kesos dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial serta peningkatan nilai kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial.
  5. Pembinaan bagi PMKS, lembaga kesos dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial serta peningkatan nilai kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial.
  6. Diarahkan pada pemberdayaan ekonomi dan masyarakat yang bersifat partisipatif, peningkatan kelembagaan yang dilaksanakan secara swakelola dan berkelanjutan.
  7. Diarahkan pada Penyiapan pasar sehat melalui Pembangunan dan Revitalisasi Pasar Rakyat, Penciptaan sistem logistik yang efisien untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pokok, Optimalisasi pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) sebagai sarana efisiensi distribusi dan alternatif pembiayaan.
  8. Diarahkan pada Optimalisasi madrasah diniyah sebagai pondasi tauhid dan akhlaq. Program Fasilitasi, Koordinasi dan Pembinaan Keagamaan, Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteranaan Sosial.
  9. Diarahkan pada fasilitasi , koordinasi dan pembinaan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial dan kehidupan beragama.
  10. Diarahkan pada pelatihan dan pembinaan keolahragaan dan fasilitasi pembangunan pemeliharaan sarana prasarana pemuda dan olahraga pada setiap kecamatan.
  11. Peningkatan partisipasi pemuda dan peranan aktif pemuda dalam gerakan kempemudaan serta pengembangan jiwa kewirausahaan dan kreativitas pemuda.
  12. peningkatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak terhadap tindak kekerasan dan diskriminasi serta terlindunginya hak hak anak.
  13. peningkatan peran serta masyarakat terhadap penggunaan KB/KR Mandiri.
  14. Diarahkan pada peningkatan peranan koperasi dan pengusaha UMKM bidang pertanian dan jasa pariwisata serta usaha pendukungnya.
  15. Pelatihan ketenagakerjaan berbasis kompetensi, pemberdayaan masyarakat serta pembinaan bagi pelaku usaha di bidang ketenagakerjaan.
  16. Fasilitasi penyiapan, pengerahan dan pembinaan transmigrasi yang berdaya saing di lokasi transmigran.

  2. Arah Kebijakan dan Program Pembangunan Misi Kedua :

      “Membangun Konektivitas Wilayah.”

       Mewujudkan terpenuhinya kebutuhan energi listrik bagi seluruh wilayah penduduk Pandeglang, dengan program yaitu Program Koordinasi dan  Fasilitasi Energi dan Sumber Daya Manusia.

1. Peningkatan pelayanan perhubungan :                                                                                                                                                             

     A. Mendorong pelebaran jalan Pasar Pandeglang - Perbatasan Baros (Gayam);         

     B. Mendorong untuk terbangunnya jalan tol Serang – Panimbang; 

     C. Mendorong terlaksananya reaktivasi jalur KA Rangkasbitung – Labuan;       

     D. Mendorong percepat terlaksananya reaktivasi jalur KA Saketi – Bayah;

     E. Mendorong terbangunnya pelabuhan regional Cikeusik;

     F. Mendorong terbangunnya Pelabuhan Kapal Pesiar di KEK Tj. Lesung;

     G. Mendorong terbangunnya Bandara Banten Selatan.

2. Pembangunan dan peningkatan teknologi informasi, potensi daerah, data informasi pembangunan serta penetapan e-government.

3. Mendorong terbangunnya bendungan untuk DAS Ciliman dan Cilemer yang berfungsi sebagai waduk penyedia air, pengendali banjir, dan sumber PLTA

4. Diarahkan pada peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pendukung pertanian, pariwisata serta aksesibilitas perdesaan.

5. Penyelenggaraan penataan ruang untuk sektor unggulan daerah yang didukung oleh manajemen pengelolaan SDA dan pelestarian lingkungan hidup

6. Percepatan pembangunan, peningkatan kualitas dan kuantitas permukiman serta penataan permukiman melalui stimulus pemerintah pusat dan daerah dengan mengoptimalkan partisipasi masyarakat termasuk dunia usaha.

3. Arah Kebijakan dan Program Pembangunan Misi Ketiga 

    “Meningkatkan Nilai Tambah Sektor Pertanian.”  

  1. peningkatan produksi, produktivitas dan mutu produk unggulan pertanian berbasis pasar, dengan program yaitu Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Pertanian Berkelanjutan.
  2. Perbaikan mutu intensifikasi, perluasan areal, perbaikan jaringan irigasi tani, Penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi pertanian, Pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan jalan usaha tani dan irigasi tani.
  3. Perlindungan Tanaman, Hewan dan Masyarakat Veteriner
  4. Mendirikan Pusat Agribisnis, Pendirian Pusat Distribusi Agro, Pendirian/pembentukan pusat pelatihan agro bisnis.
  5. pengembangan, kelembagaan, SDM dan penyuluhan dengan program yaitu Program Pengembangan Kelembagaan, SDM dan Penyuluhan..
  6. pengembangan diversifikasi serta peningkatan sarana dan prasarana ketahanan pangan untuk mencapai swasmbada pangan.

 4. Arah Kebijakan dan Program Pembangunan Misi Keempat :

     “Meningkatkan Nilai Tambah Sektor Maritim”  

  1. Diarahkan pada peningkatan ketersediaan produk kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
  2. peningkatan, pemanfaatan serta pembinaan kehandalan nelayan dan pembudidaya serta pengoptimalan nilai tambahnya.
  3. Pendirian pusat pendidikan dan pelatihan kemaritiman, Penyediaan lahan maritimindustri, Mendorong berkembangnya industri galangan kapal ikan.

 5. Arah Kebijakan dan Program Pembangunan Misi Kelima :

    “Modernisasi Pengelolaan Potensi Wisata” 

  1. Pengembangan Atraksi wisata alam (seperti Tahura) , wisata buatan (agrowisata), minat khusus.
  2. Menggali Potensi Wisata, Mendorong modernisasi wisata air, Mendorong internasionalisasi / tujuan wisata dunia KEK Tj. Lesung.
  3. Mendirikan pusat pelatihan SDM pariwisata, Mendorong terlaksananya Festival Layar / Sail Tanjung Lesung atau Sail Ujung Kulon, Peningkatan sadar wisata masyarakat, Digitalisasi dan promosi pariwisata.
  4. Mendorong modernisasi pengelolaan obyek - obyek wisata, Memodernisasi pengelolaan obyek wisata ziarah dan religi, Pengembangan paket - paket wisata alam ke TNUK dan Akarsari, Pelestarian seni budaya dan nilai-nilai kearifan lokal.

 6. Arah Kebijakan dan Program Pembangunan Misi Keenam :

     “Meningkatkan Tata Kelola Kepemerintahan dan Memperkuat Sistem Inovasi Daerah”

  1. Pengembangan iklim yang kondusif bagi inovasi dan bisnis, Memperkuat kelembagaan .kelitbangan dan daya dukung Inovasi, Mendorong budaya inovasi, Penguatan penelitian dan pengembangan sebagai bahan kebijakan pembangunan.
  2. Menumbuhkembangkan dan memperkuat keterpaduan pemajuan sistem inovasi, Penyelarasan Iptekin dengan perkembangan global, Meningkatkan pengembangan inovasi dan penguasaan Teknologi Industri melalui peningkatan sarana dan prasarana industri dan KUMKM, Mengembangkan kemampuan absorpsi inovasi oleh industri, khususnya KUMKM.
  3. Menumbuhkembangkan kolaborasi bagi inovasi dan meningkatkan difusi inovasi, serta meningkatkan pelayanan berbasis teknologi.
  4. Mendorong pembangunan klaster inovasi sebagai centre of excellence atau Technology Park dalam rangka mendukung peningkatan kemampuan berinovasi untuk meningkatkan daya saing.
  5. Diarahkan pada penguatan manajemen dan sistem pelayanan publik daerah.
  6. Diarahkan pada pelayanan prima administrasi kependudukan, dengan program yaitu Program Penataan Administrasi Kependudukan.
  7. Penyelesaian konflik pertanahan di daerah, Kesadaran masyarakat akan arti pentingnya wawasan kebangsaan.
  8. Diarahkan pada pengembangan sistem perencanaan, pengendalian dan evaluasi kinerja pelayanan publik, dengan program yaitu Program Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah.
  9. Diarahkan pada penerapan standar pelayanan minimal (SPM) pelayanan publik, dengan program yaitu Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.
  10. Pelayanan Perizinan Satu Pintu. Program Peningkatan Informasi Perizinan, Non Perizinan dan Penanaman Modal, Penguatan investasi dan penanaman modal.
  11. Diarahkan pada jaminan kepastian hukum dan keamanan atas investasi yang dilakukan, dengan Program yaitu Program Pengendalian dan Pengawasan Perizinan, Non Perijinan danpenanaman modal.
  12. Pemberian stimulan bagi investor, Penyediaan infrastruktur dasar penunjang investasi.

 

Internal Audit Charter

PENGUMUMAN

Piagam Audit Intern (Internal Audit Charter) merupakan dokumen formal yang menyatakan tujuan, wewenang dan tanggungjawab kegiatan audit intern oleh APIP. Piagam ini merupakan penegasan komitmen dari para pemangku kepentingan (stakeholder) terhadap arti pentingnya fungsi audit intern atas penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan Inspektorat Kabupaten Pandeglang.

Pengumuman Lowongan pada Perusahaan Daerah Pandeglang Berkah Maju Periode 2018-2022 

 Lomba Poster "Kurangi Kosumsi Beras dan Terigu dengan Pangan Lokal Pandeglang"

PETA PANDEGLANG