Tanggal : WIB
hero
September 13 2019 Read 99 times

 

Kurang Lebih 7500 Peserta Meramaikan Pawai Obor dalam Rangka Menyambut Tahun Baru Islam Muharram 1441 H di depan Mesjid Agung Ar-Rahman Pandeglang, Sabtu Malam(31/08).

Sekretaris Daerah Pery Hasanudin mengatakan selaku Pemerintah Daerah mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara, ia berharap tahun ke tahun terus semarak,

"Ini merupakan agenda rutin setiap tahun nya dimana setiap masyarakat menyemarakan Tahun Baru Islam dengan kegiatan pawai obor, Pemerintah akan terus mendukung serta memfasilitasi kegiatan ini, malam ini sangat luar biasa terakhir saya dengar peserta hanya 4000 orang, tapi ternyata panitia mengatakan ada sekitar 7500 orang yang hadir pada malam ini,".

Sementara Kepala Bagian Kesra yang juga sebagai Ketua Panitia Samsudin menjelaskan kegiatan ini diikuti sekitar 7500 peserta yang berasal dari, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Keagamaan, Pondok Pesantren, Pelajar SMP/SMA, BUMN, BUMD, dan Para ASN serta 4 Kecamatan yang terdekat,

"Kegiatan ini tak lain adalah untuk memeriahkan dan menyemarakan tahun baru islam, memakmurkan Syiar Islam, serta turut mengembangkan nilai-nilai agama untuk kalangan muda, selain itu kami juga menyediakan doorprize untuk para peserta disini,".

Hadir dalam acara ini Unsur Forkopimda Kapolres Pandeglang AKBP. Indra Lutrianto,Tokoh Agama, perwakilan Kodim 0601, Pengadilan Negeri, Kejaksaan, Dirut PDAM Oki Ujang Sumawinata, Inspektur Inspektorat Olis Solihin dan Kepala Dinas Pariwisata Dokter Asmani.

September 13 2019 Read 100 times

 

Liga Badak Divisi Utama dan Divisi I telah dibuka yang diikuti oleh 70 Club se-Kabupaten Pandeglang, Pembukaan Tersebut dilakukan di Stadion Badak Kuranten, Selasa(27/08).
.
Kegiatan Pembukaan ini di rangkaikan dengan beberapa kegiatan yakni, Penyerahan Sertifikat Kepelatihan Sepak Bola kepada Para Pelatih Peserta Liga Badak, Penyerahan Penghargaan Dewan Pembina Beprestasi pada Cabang Sepak Bola, dan Penyerahan Penghargaan Kepada Manager Liga III serta Piala Soeratin U-17 Tahun 2019.
.
Dalam Sambutanya, Wakil Ketua PSSI Mustandri mengatakan Tujuan di adakan Liga Badak Badak ini menurutnya bukan hanya sekedar Kompetisi Semata, PSSI juga sedang mencari bakat bakat Pemain yang nantinya akan diikutsertakan pada Turnamen skala Provinsi dan Nasional,
.
“kita sedang mencari bibit bibit unggul para pemain yang nantinya dipersiapkan atlet atlet untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi atau Proprov, Liga III Banten, Piala Soeratin dan nanti pada tahun 2020 pada Pekan Olahraga Nasional di Papua, kita juga beraharap prestasi yang sudah di raih bisa dipertahankan , prestasi tersebut diantaranya Persipan Pandeglang yang mampu meraih Runner Up Piala Soeratin U-17,”Jelasnya.
.
Ia juga menjelaskan Peserta yang mengikuti Liga Badak tahun demi tahun mengalami peningkatan, hal tersebut mengungkapkan bahwa Sepak Bola sudah dicintai dan dimintai warga masyarakat Kabupaten Pandeglang,
.
“Peserta Club yang mengikuti Ajang ini merupakan Tim dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Pandeglang dengan Jumlah yakni, untuk Divisi Utama sebanyak 16 Club, dan divisi I sebanyak 53 Club,”Ungkapnya.
.
Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Undang Suhendar yang dalam hal ini mewakili Bupati Pandeglang mejelaskan Kabupaten Pandeglang mengapresiasi PSSI dan KONI atas terselanggaranya Turnamen ini, semoga dapat memunculkan atlet altet beprestasi di masa yang akan datang.
.
Hadir dalam acara ini Komite Eksekutif PSSI Banten Amirul Mukminin, Unsur Forkopimda Kabupaten Pandeglang, Ketua dan para Pengurus PSSI Pandeglang, Ketua dan para Pengurus KONI Pandeglang, Perwakilan Bank BJB, Perwakilan Bank BPR, dan Para Tokoh Olahraga Pandeglang

Agustus 09 2019 Read 248 times

Pemeritah Kabupaten Pandeglang Optimis pada tahun 2022 terbebas dari Stunting, Bupati mengatakan dalam penyelesaian Stunting memang tidak dapat secara instan. Namun, dirinya sangat serius untuk melakukan penurunan stunting dengan program terintegrasi dan kesinambungan.

"Upaya kita harus kita perkuat, kita sisir semuanya, bekerja secara masif dari tingkat desa melalui para kader, Puskesmas dan Kecamatan sehingga Insya Allah di 2022 kita bebas stunting, "Katanya saat berikan arahan kepada Peserta dalam Pencanangan Aksi Cegah Stunting yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Pandeglang di S'Rizki, Kamis(08/08).

Bupati mengatakan angka Stunting Kabupaten Pandeglang terbilang cukup tinggi di Provinsi Banten mencapai angka 38,5%,

"Saya berharap ada aksi nyata yang dilakukan sehingga dalam satu tahun kedepan bisa turun 10%.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Raden Dewi Setiani menjelaskan dalam 10 tahun terakhir penanganan Stunting di Indonesia ada perubahan tetapi tidak signifikan, Ia mengungkapkan bahwa penanganan stunting perlu di tangani segera dan harus serius,

“hasil riset kesehatan pada tahun 2018 menunjukan 38% atau sekitar 7 juta balita di Indonesia menderita Stunting, sedangakn di Pandeglang sendiri terdapat 39,5% per Agustus 2018 di umumkan ada sekitar 8203 yang mengalami stunting, sedangkan 1071 mengalami gizi buruk, dalam penanganannya Pemerintah Pusat memasukan dalam Program Prioritas Nasional serta rencana kerja dan meluncurkan Gerakan Nasional Perbaikan Gizi,”.

Ia menambahkan di Kabupaten Pandeglang sendiri, Intervensi Penurunan Stunting yang terintegrasi dilaksanakan nya Proram Gerakan Aksi Rembug Stunting, menurutnya Program tersebut merupakan langkah yang sangat penting yang dilakukan Pemerintah Kabupaten atau Kota,

“tujuan acara ini adalah memastikan terjadi intregrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara bersama-sama antara Pemerintah Daerah dalam Hal ini OPD dengan sektor, Lembaga, dan Masyarakat, kita akan bersama-sama melakukan sinkronisasi dan berkomitmen dengan sesama OPD, Desa, Lembaga , LSM, Organisasi dan yang lainya,".

Halaman 1 dari 7

Internal Audit Charter

PETA PANDEGLANG