Tanggal : WIB
hero
AGRO BISNIS - MARITIM BISNIS - WISATA BISNIS

AGRO BISNIS - MARITIM BISNIS - WISATA BISNIS 5

Oktober 10 2019 Read 70 times

Dinas Perikanan menggelar Festival Belah Ikan 2019 yang dihadiri oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita, kegiatan tersebut bertempat di Balai Benih Ikan Area Wisata Cikoromoy Desa Kadubumbang Kecamatan Cimanuk, Rabu(09/10).

Peserta Kegiatan tersebut dilombakan menjadi 13 kelompok, yang diikuti oleh Para Penyuluh Perikanan, Pengelola Perikanan, Para UPT Balai Benih Ikan, Masyarakat, dan para pegawai Dinas Perikanan, nantinya mereka akan berlomba mengikuti metode Belah Punggung, Belah Perut, Fillet, Belah Burung Terbang, ODOT (Buang Usus dan Insang tanpa Belah Perut).

Bupati Pandeglang mengungkapkan apresiasi nya terhadap kegiatan tersebut, menurutnya kegiatan ini diharapkan menjadi Motivasi bagi para penyuluh, pengelola dan aparatur Dinas Perikanan untuk dapat mengeluarkan ide dan gagasan terhadap perikanan di Pandeglang,
“Saya menaruh harapan besar kepada Dinas Perikanan, karena seperti diketahui Provinsi Banten telah mengandalkan Lumbung Pangan nya salah satu di Pandeglang ini, dengan melihat dari kegiatan ini dan Situasi serta Kondisi, bahwa Cikoromoy nanti dapat dijadikan Ikon Lumbung Protein di Pandeglang,”Ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Perikaan Wowon Dirman menjelaskan Festival yang menurutnya baru pertama kali diadakan di Provinsi Banten ini bertujuan untuk meningkatkan Kosumsi hasil Perikanan, karena ikan adalah sumber protein yang bagus untuk kecerdasan anak.

“sebenarnya Festival belah ikan ini bertujuan untuk menambahh destinasi wisata di Cikoromoy serta diharapkan dapat muncul nya inovasi bentuk olahan ikan agar tidak cepat bosan, terutama buat anak,-anak yang selalu bosan melihat olahan ikan yang itu- itu saja,”Jelasnya. (Hafid)

September 27 2019 Read 83 times

Pandeglang – Sebanyak 50 Kelompok Tani (Poktan) dari Kecamatan Sukaresmi dan Kecamatan Patia hari ini melakukan penandatanganan Mou Surat Perjanjian Kerjasama dengan Satakeholder di Aula Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang, Kamis (26/9).

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris sekaligus Plt. Kepala Bidang Tanaman Pangan Distan Nasir, SP.,MBA.,MP yang dalam sambutannya berterima kasih kepada Kementerian Pertanian telah memilih dan menetapkan Kabupaten Pandeglang menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsii Banten sebagai pelaksana Pengembangan Kawasan Padi Berbasis Korporasi. Melalui program ini, diharapkan kita mampu menghasilkan benih padi bersertifikat dan mampu memenuhi kebutuhan benih padi nasional.

Pengembangan Padi Berbasis Korporasi yang digagas ini seluas 1.000 Ha di 4 (empat) Desa diharapkan para penangkar Daerah mampu menjadi penangkar yang professional dan mendapatkan nilai tambah yang besar untuk para kelompok dan masyarakat. Oleh karena itu program ini harus dikawal secara berjenjang, mulai mulai dari tingkat Pusat, Provinsi, lembaga sertifikasi, POPT dan para penyuluh.

Penandatanganan kontrak secara mengikat untuk kepastian kegiatan dan pengambilan hasil (Opkoop) dari penangkaran. Kini teah hadir ditengah-tengah kita 4 (empat) Perusahaan yaitu PT. Bunga Banten Lestari Pandeglang Banten, CV. Sri Padi Serang Banten, CV. Karya Sentosa Makmur Bandar Lampung dan CV. Sri Dewi Kab. Karawang, Jawa Barat.

Sukses tidaknya program ini sangat tergantung pada sinergitas antara Tim Pusat (Ditjen Serealia, Ditjen Prasarana Pertanian, Ditjen Perbenihan, SDMP dan Kelitbangan) Tim Provnsi (Bidang Tanaman Pangan, BPSB, BPBTPH serta Tim Kabupaten (Bidang Tanaman Pangan, Bidang Penyuluhan).

Ir. Sobirin, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provnsi Banten dalam sambutannya mengatakan bahwa hasil Korporasi semua dijadikan Benih Bersertifikat, pentingnya program kegiatan ini pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian menyediakan Sarana Prasarana berupa Benih. Dimana Benih hasil penangkaran Petani akan dibeli oleh perusahaan-perusahaan yang hari ini melakukan MoU, maka petani dari 50 Poktan ini tidak diperbolehkan menjual Benih kepada pihak lain.

Mengingat pentingnya kegiatan ini Sobirin menekankan bahwa Poktan berikut anggotanya (Petani) wajib berkomitmen dalam melaksanakan kegiatan ini pungkasnya

Acara ini disaksikan Ditjen Tanaman Pangan, Dirjen Perbenihan Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Banten, BPSBTPH, Koramil Pagelaran, Koordinator Penyulih Kecamatan Sukaresmi dan Patia.(admin pertanian)

Desember 18 2018 Read 769 times

 

Pandeglang - Pandeglang merupakan salah satu daerah di Provinsi Banten yang rawan akan terjadinya bencana alam. Untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan, Bupati meminta setiap Kecamatan harus miliki lumbung pangan, "Biasanya kalau banjir, para petani akan kesulitan untuk menanam padi, oleh sebab itu harus ada cadangan pangan disaat sedang panen, sebagai antisipasi jika terjadi bencana, " kata Bupati Irna pada saat workshop cadangan pangan di RM Rizki, Selasa (18/12).
Irna meyakini, dengan adanya cadangan pangan ditiap Kecamatan dan Desa, tentu akan sangat membantu cadangan pangan daerah dalam hal penanggulangan jika terjadi bencana alam yang berdampak pada kerawanan pangan, "Cadangan pangan Daerah Bisa dibantu dari situ, kita berdayakan sumberdaya manusia- nya, sehingga tidak panik saat memasuki musim penghujan dan terjadi bencana. Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) sudah banyak di Pandeglang, kita tinggal perbaiki kelembagaannya," tuturnya.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pandeglang Moh. Amri menyampaikan, bahwa cadangan pangan terdiri dari tiga bagian yaitu cadangan pangan pusat yang terdiri dari Pusat dan Provinsi, cadangan pangan daerah, dan cadangan pangan masyarakat yang ada di desa, "Cadangan pangan pusat dan Provinsi itu dikelola oleh Bulog dalam hal ini untuk penanganan saat bencana terjadi yang menjadi leading sektornya yaiu BPBD dan Dinsos," kata Amri.
Masih menurut Amri, cadangan pangan masyarakat yang ada di desa ini justru yang belum tersosialisasikan. Kata Amri, cadangan pangan di desa ini dalam bentuk Lumbung Pangan Masyatakat (LPM), "Jika cadangan pangan Pusat, Daerah, dan Desa berjalan baik, kami yakin tidak akan terjadi kerawanan pangan di Pandeglang. Dan di Pandeglang sendiri sekarang sudah ada 37 LPM, diantaranya Mandalawangi, dan Carita," tuturnya.
Masih kata Amri, cadangan pangan untuk Kabupaten Pandeglang idealnya 504 ton,"Jumlah ini, hasil dari jumlah penduduk dikali dengan 80% cadangan pangan provinsi, " tutupnya.

Desember 01 2018 Read 660 times

 

Pandeglang, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengajak masyarakat termasuk lembaga dan ormas di Pandeglang untuk terus membantu Pemerintah melakukan promosi pariwisata agar makin dilirik oleh wisatawan. Pernyataan itu diungkapkan Irna saat menghadiri malam Anugerah Pesona Pariwisata Pandeglang 2018 yang di gelar di Hotel Horizon, Pandeglang, Rabu (28/11/2018).

Bukan tanpa alasan Bupati Irna mengajak segenap lapisan masyarakat untuk membantu Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam melakukan promosi wisata. Pasalnya, Pandeglang merupakan satu dari sepuluh daerah yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Kabupaten Pandeglang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat menjadi salahsatu dari sepuluh kawasan strategis nasional dan ditunjang pula oleh lima proyek nasional.” Ungkap Irna dalam sambutannya.

Terkait dengan kegiatan Anugerah Pesona Pariwisata yang dihelat oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Bupati berharap agar even tersebut menjadi penyemangat bagi segenap masyarakat Pandeglang untuk berkompetisi secara positif dengan kabupaten atau kota lain dalam mempromosikan potensi wisata.

“Melalui berbagai even, seperti yang dilaksanakan hari ni, mudah-mudahan akan menjadi penyemangat, sehingga dapat berlomba secara positif dan mampu bersaing dengan kabupaten dan kota lain.” Harap Irna.

Tanjung Lesung Wisata Paling Populer

Seperti dketahui even Anugera Pesona Pariwisata Pandeglang 2018, telah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu, khususnya untuk polling tempat wisata favorit dan beberapa kategori lainnya seperti Pulau Terpopuler, Pantai Terpopuler, Kolam Renang Buatan Terpopuler dan lain sebagainya.

Hasil poling menunjukan Tanjung Lesung menjadi Destinasi Wisata terpopuler di Kabupaten Pandeglang dengan hasil polling sebesar 51.3 persen, disusul ditempat kedua adalah Destinasi Wisata Cikoromoy dan Coconut Island ditempat ketiga.

https://www.instagram.com/p/BqwNDM8nlJ4/

Agustus 28 2018 Read 731 times

PANDEGLANG.- Bupati Pandeglang Hj Irna Narulita mengajak masyarakat agar terus mengembangkan pangan lokal, menurutnya kosumsi pangan lokal harus ditingkatkan dan menjadi ketergantungan dengan mengubah kosumsi nasi menjadi umbi-umbian,

"Saat ini salah satu hambatanya adalah merubah pola pikir masyarakat yang menilai kalau belum makan nasi sama saja belum makan, maka dari itu ada gerakan 'isuk isuk ulah dahar kejo', umbi umbian seperti Talas Beneng yang saat ini di launching, makanan tersebut bisa membuat perut kenyang, kaya akan serat dan vitamin, tidak mengandung gula sangat baik untuk kesehatan". Hal tersebut dikatakan saat menghadiri Festival Pangan Lokal dan Lomba Cipta Menu yang di adakan oleh Dinas Ketahanan di Alun-alun Pandeglang, Minggu(04/02).

Event seperti ini merupakan salah satu terobosan Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Ketahanan Pangan untuk terus memperkenalkan makanan khas Pandeglang ke Provinsi Banten bahkan sampai ke tingkat Nasional,

"Kita yakin, kedepan nya Pandeglang akan menjadi pemasok pangan terbesar di Provinsi Banten, bahkan nasional, tetapi kita mengincar Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi) terlebih dahulu yang jumlah penduduk nya saat ini mencapai 24 juta orang Sambungnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pandeglang menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat potensi pangan lokal untuk oleh -oleh khas Pandeglang. "Acara ini diikuti oleh 40 orang Chef hotel se-Provinsi Banten, Kelompok Wanita Tani (KWT), UKM, diharapkan nantinya hotel hotel di Provinsi Banten dapat menyuguhkan pangan lokal di setiap kulinernya serta dapat meningkatkan potensi wisata kuliner khas Pandeglang dan perlu kita ketahui tanpa bahan terigu, ternyata pangan lokal kita lebih menjanjikan dan sehat"Ungkapnya.

Dalam acara ini Juara I untuk kategori Chef di Menangkan oleh Hotel Wisata Baru dengan olahan Abon Sukun, sedangkan untuk Kategori UKM di menangkan oleh Pandaya Singkong Rasa. Hadir dalam acara ini Direktur Buah dan Flora Kementrian Pertanian RI Sarwo Edi, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid, Ketua MUI Pandeglang KH. Hamdi Ma'ani, serta seluruh kepala OPD Kabupaten Pandeglang.***

Internal Audit Charter

PETA PANDEGLANG